Isi cangkir lebih utama dari bentuknya

“Yang tercinta” akan selalu tampak indah bagi yang
mencintainya. Tapi pernyataan itu tak bisa dibalikkan:
tidak setiap keindahan akan selalu dicintai. Keindahan
merupakan bagian dari “yang tercinta”. “Yang tercinta”
adalah bagian yang utama. Jika cinta telah melingkupi
“yang tercinta”, maka keindahan akan mengikutinya dan
menjadi bagian dari “yang tercinta”. Bagian dari suatu
hal tidak dapat dipisahkan dari keseluruhannya. Bagian
mesti menyinggung keseluruhannya.
Ketika Majnun mencintai Layla, kala itu ada banyak
gadis yang lebih cantik dari Layla. Tetapi Majnun
tidak mencintai mereka. Ketika dikatakan kepadanya,
“Ada banyak gadis yang lebih cantik daripada Layla,
dan biarkan kami memperlihatkannya kepadamu”. Dia akan
selalu menjawab, “Aku tidak mencintai Layla karena
bentuk luarnya. Layla bukan bentuk luar; dia bagaikan
piala yang aku genggam dan dari sana aku meminum
anggur. Aku mencintai anggur yang aku minum. Engkau
hanya melihat piala dan tidak menyadari keberadaan
anggur. Apa gunanya piala emas untukku bila piala itu
hanya berisi cuka atau yang lain selain anggur?
Bagiku, labu tua pecah berisi anggur akan lebih baik
daripada ribuan piala seperti itu.” Orang membutuhkan
cinta dan kerinduan untuk membedakan anggur dari
cangkir.
(JRumi).

by. lutvi

Tinggalkan Balasan